KARAWANG – Kepedulian seorang driver transportasi online kembali terlihat dalam situasi darurat. Mulyawan, driver GOKAR asli Karawang, dengan sigap mengantarkan seorang pasien yang disebut sedang sakit parah dari wilayah Karangligar, Karawang, menuju RSUD Karawang, Minggu (13/9/2026).
Mulyawan yang baru sekitar tiga bulan menjalankan aktivitas sebagai driver GOKAR di Karawang, tetap tenang ketika menghadapi kondisi pasien yang membutuhkan pertolongan.
Sesampainya di gerbang IGD RSUD Karawang, keluarga pasien mendapat informasi dari petugas keamanan bahwa kondisi ruangan disebut penuh, baik untuk rawat inap maupun tempat tidur IGD.
Ketika keluarga menanyakan apakah masih dapat menunggu, mereka mendapat jawaban singkat bahwa pasien dapat menunggu.
Dalam kondisi tersebut, waktu menjadi sangat berharga. Mulyawan bersama keluarga pasien kemudian tidak ingin mengambil risiko dengan menunggu tanpa kepastian. Mereka segera mencari alternatif rumah sakit yang dapat menerima pasien.
Pasien kemudian dibawa menuju RS Bayukarta Karawang. Alhamdulillah, berdasarkan informasi yang disampaikan keluarga, pasien akhirnya dapat diterima untuk mendapatkan penanganan medis.
Ketika Kondisi Darurat Membutuhkan Keputusan Cepat
Apa yang dilakukan Mulyawan menjadi gambaran bahwa driver transportasi online tidak selalu hanya berperan sebagai pengantar penumpang.
Dalam kondisi tertentu, driver justru menjadi orang yang berada paling dekat dengan masyarakat ketika membutuhkan bantuan.
Mulyawan tidak panik dan tidak memperpanjang situasi. Bersama keluarga pasien, ia memilih mengambil langkah cepat untuk mencari fasilitas kesehatan yang dapat memberikan pertolongan.
Sikap tenang dan sigap tersebut patut diapresiasi.
Terlebih, GOKAR baru sekitar tiga bulan hadir dan beroperasi di Karawang, namun keberadaan driver lokal seperti Mulyawan telah bersentuhan langsung dengan berbagai kebutuhan masyarakat.
RSUD Daerah Harus Punya Jalan Keluar Ketika Penuh
Kejadian ini juga layak menjadi evaluasi pelayanan kesehatan daerah.
Keterbatasan kapasitas rumah sakit merupakan sesuatu yang dapat terjadi. IGD maupun ruang rawat inap tidak mungkin menampung pasien tanpa batas.
Namun, ketika seorang pasien datang dalam kondisi yang membutuhkan pertolongan, jawaban “penuh” seharusnya bukan menjadi akhir dari sebuah pelayanan.
Keluarga pasien membutuhkan kepastian mengenai kondisi pasien, penjelasan yang jelas dan langkah berikutnya.
Jika fasilitas memang tidak mampu menerima karena kapasitas penuh, harus ada mekanisme yang memastikan pasien mendapatkan alternatif pertolongan atau rujukan secara cepat.
Sebab bagi keluarga yang membawa pasien sakit parah dari Karangligar menuju rumah sakit, setiap menit perjalanan memiliki arti.
Mereka tidak datang untuk meminta keistimewaan. Mereka datang karena berharap mendapatkan pertolongan.
Mulyawan, Driver GOKAR yang Memilih Tidak Tinggal Diam
Mulyawan berangkat menjalankan tugas sebagai driver seperti biasa. Namun ketika berhadapan dengan pasien yang membutuhkan pertolongan, ia tidak sekadar menyelesaikan order.
Ia bersama keluarga pasien mengambil keputusan untuk terus mencari rumah sakit yang dapat menerima pasien.
Inilah wajah driver lokal yang dibutuhkan masyarakat: sigap ketika diperlukan, tenang ketika situasi sulit, dan tidak tinggal diam ketika melihat orang lain membutuhkan pertolongan.
Perjalanan dari Karangligar menuju rumah sakit akhirnya bukan sekadar perjalanan mengantar seorang penumpang.
Bagi Mulyawan, itu menjadi sebuah perjalanan kemanusiaan.
Dan bagi GOKAR yang baru sekitar tiga bulan hadir di Karawang, kisah ini menjadi pengingat bahwa keberadaan transportasi online lokal bukan hanya tentang kemudahan mobilitas, tetapi juga tentang kepedulian dan keberadaan di tengah masyarakat. (Hd)
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang terpercaya. Perkembangan lebih lanjut akan diperbarui sesuai informasi terbaru, klarifikasi, maupun hak jawab dari pihak-pihak terkait sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.