Senin, Maret 30, 2026
spot_img
spot_img
spot_img

Tokoh Dayak Bumi Segandu Indramayu Meninggal Dunia

More articles

DETAKPANTURA.COM – Tokoh sekaligus pemimpin spiritual Suku Dayak Bumi Segandu, Takmad, meninggal dunia pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB di kediamannya di Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Kabar wafatnya Takmad dikonfirmasi oleh istri keduanya, Kartini yang akrab disapa Bule, saat ditemui di rumah duka, Minggu (29/3/2026).

- Advertisement -

Ia menyebut usia almarhum secara administratif tidak diketahui secara pasti karena tidak memiliki identitas kependudukan, meskipun di kalangan masyarakat umum diperkirakan berusia lanjut.

Baca Juga  Pursuit of Jade Kian Intens, Episode 7–9 Suguhkan Aksi Brutal dan Romansa Tak Terduga

“Kalau di mata umum bapak itu meninggal dunia di usia 95 tahun, tapi kalau aslinya sudah ratusan tahun lebih, pastinya berapa kurang tahu soalnya bapak gak punya KTP,” kata Bule, Minggu (29/3/2026).

Kartini alias Bule, istri kedua almarhum, tak kuasa menahan tangis saat ditemui di rumah duka. Ia mengenang detik-detik kepergian suaminya yang mengembuskan napas terakhir di dalam dekapannya.

- Advertisement -

“Bapak meninggal di rumah, di dekapan saya. Saat itu tidak ada orang lain, hanya saya,” ujarnya terisak.

Bule diketahui telah mendampingi Takmad selama 11 tahun. Ia setia merawat suaminya sejak dalam kondisi sehat hingga sakit.

Baca Juga  Wali Kota Tegal Sidak Warung Obat Ilegal, Temukan “Buku Setoran” Misterius

Menurut Bule, kondisi kesehatan Takmad menurun sejak setahun terakhir akibat penyakit yang menyebabkan kelumpuhan.

Selama masa tersebut, almarhum rutin menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam sepekan terakhir, kondisinya semakin memburuk hingga hanya bisa terbaring dan mengalami kesulitan makan.

“Katanya stroke, tetapi kakinya masih bisa digerakkan. Namun, beliau hanya bisa terbaring di kasur,” kata Bule.

Jenazah Takmad telah dimakamkan pada Minggu pagi di area padepokan yang didirikannya, tidak jauh dari kediamannya, berdampingan dengan makam istri pertamanya.

Takmad dikenal sebagai pendiri sekaligus tokoh sentral Suku Dayak Bumi Segandu, sebuah komunitas lokal yang bermukim di wilayah Losarang.

Komunitas ini berawal dari Perguruan Silat Serbaguna yang didirikan Takmad pada 1973, sebelum berkembang menjadi kelompok dengan ajaran yang menekankan nilai-nilai kebatinan dan spiritualitas berbasis kearifan lokal.

Dalam praktik kehidupannya, komunitas ini mengusung filosofi kembali ke alam, hidup sederhana, serta menjaga kejujuran terhadap diri sendiri dan lingkungan.

Sebagian anggotanya mempertahankan tradisi dengan gaya hidup yang berbeda dari masyarakat umum, termasuk dalam hal berpakaian dan pola hidup.

Keberadaan Suku Dayak Bumi Segandu kerap menuai beragam pandangan di tengah masyarakat. Di satu sisi dianggap kontroversial karena tidak berafiliasi dengan agama formal, namun di sisi lain dinilai sebagai bentuk pelestarian nilai-nilai lokal.

Pemerintah setempat diketahui telah melakukan pembinaan agar komunitas tersebut tetap berjalan selaras dengan ketentuan sosial yang berlaku. (SZ)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis dari sumber yang terpercaya. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi detakpantura.com dan dapat mengalami pembaruan dan klarifikasi dari pihak terkait.

Artikel Lainnya

- Advertisement -spot_img

Top News

Trending

Peristiwa

Lintas Pantura

Berita Pilihan